Bawaslu Karanganyar Gelar Podcast Spesial Hardiknas: “Dari Kelas ke Demokrasi”
|
Bawaslu Karanganyar – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Bawaslu Kabupaten Karanganyar menggelar edisi spesial Podcast Diksi (Diskusi Demokrasi) dengan tema “Dari Kelas ke Demokrasi: Suara Guru untuk Pemilih Pemula” pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bawaslu Karanganyar.
Mengangkat semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan bagi pribumi pada masa penjajahan, podcast ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi terkait peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi, khususnya bagi siswa sebagai pemilih pemula.
Dalam kegiatan ini, Bawaslu Karanganyar menghadirkan Ketua MGMP PPKn SMK, Suparno, dan Ketua MGMP PPKn SMA, Anna Yuniati sebagai narasumber.
Anna Yuniati menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum refleksi bagi para guru untuk terus mengevaluasi diri, apakah telah menjadi pendidik yang baik sesuai dengan semboyan Jawa “guru digugu lan ditiru”. Ia juga menegaskan bahwa seorang guru harus memiliki empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
“Pada sila keempat Pancasila telah dijelaskan mengenai konsep demokrasi. Sebagai guru PPKn, kami menekankan peran siswa sebagai pemilih pemula agar tidak hanya terjebak euforia, tetapi mampu memaknai demokrasi secara lebih mendalam,” ujarnya.
Sementara itu, Suparno menjelaskan bahwa pendidikan demokrasi sejatinya telah diajarkan melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Melalui pembelajaran tersebut, siswa dibekali pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, termasuk dalam berpartisipasi dalam proses demokrasi secara bijak dan bertanggung jawab.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi para pendidik saat ini adalah pembentukan karakter siswa di tengah pesatnya perkembangan zaman, khususnya pengaruh media sosial terhadap cara pandang siswa mengenai demokrasi.
“Tantangan terberat bagi pendidik adalah membentuk karakter siswa di tengah derasnya arus informasi dari media sosial yang turut memengaruhi persepsi mereka tentang demokrasi. Oleh karena itu, guru harus mampu mengimbangi dan mengarahkan siswa secara tepat,” pungkasnya.
Bawaslu Karanganyar berharap melalui kegiatan ini, peran guru dalam membangun kesadaran demokrasi bagi pemilih pemula dapat semakin diperkuat. Selain itu, diharapkan para siswa tidak hanya menjadi pemilih yang partisipatif, tetapi juga cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam setiap proses demokrasi.