Peringati Hari Lahir Pancasila, Bawaslu Karanganyar Gelar Dialog Inspiratif Bersama Wakil Ketua DPRD
|
BawasluKra – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karanganyar menggelar diskusi mendalam melalui program dialog inspiratif. Acara yang mengusung tema "SUARA DEMOKRASI DI BULAN PANCASILA: Ideologi, Pemilu, dan Kedaulatan Rakyat" ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Karanganyar pada Selasa (9/6/2026).
Dialog virtual ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Supriyanto, S.T., yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar. Diskusi interaktif ini bertujuan untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam mengawal jalannya demokrasi dan kedaulatan rakyat di era modern.
Pancasila Masih Relevan, Namun Kesadaran Perlu Ditingkatkan
Dalam pemaparannya, Supriyanto menegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa tidak pernah usang dan tetap menjadi landasan paling kokoh bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kendati demikian, ia menyoroti adanya tantangan besar dalam implementasi nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat saat ini.
"Pancasila itu masih sangat relevan dan menjadi landasan kuat negara kita. Namun, secara fundamental, pekerjaan rumah terbesar kita adalah masih banyak orang yang belum sepenuhnya sadar dan mampu mempedomani nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berdemokrasi," ujar Supriyanto.
Ia juga menambahkan bahwa momentum Bulan Pancasila ini harus dijadikan ajang refleksi, khususnya dalam menyuarakan demokrasi yang sehat. Menjaga kedaulatan rakyat melalui Pemilu yang jujur dan adil merupakan salah satu bentuk nyata dari pengamalan sila-sila Pancasila.
Sinergi Mengawal Demokrasi
Melalui dialog ini, Bawaslu Karanganyar berharap masyarakat khususnya para pemilih di Kabupaten Karanganyar dapat lebih bijak dan berintegritas dalam menggunakan hak suaranya. Demokrasi yang kuat hanya bisa terwujud jika fondasi ideologi negaranya, yaitu Pancasila, benar-benar dihayati dan dipraktikkan oleh setiap elemen bangsa.