Lompat ke isi utama

Berita

DIKSI Bahas Peran Pramuka dalam Mendorong Pengawasan Pemilu bagi Pemilih Pemula

kra

BawasluKra — Peran generasi muda dalam mengawal proses demokrasi menjadi perhatian dalam kegiatan DIKSI (Diskusi Demokrasi) yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Rabu (7/10/2026). Mengangkat tema “Saka Adhyasta Pemilu & Pengawasan Pemilu dari Pemilih Pemula melalui Gerakan Pramuka”, diskusi ini membahas pentingnya keterlibatan pemilih pemula dalam membangun demokrasi yang sehat, kritis, dan berintegritas.


Kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui YouTube Bawaslu Karanganyar tersebut menghadirkan Ketua Saka Adhyasta Pemilu Karanganyar, Hadi Murgiono, dan Wakil Ketua Saka Adhyasta Pemilu Karanganyar, M. Ridho Romadhon.


Dalam diskusi tersebut, Hadi Murgiono menjelaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada generasi muda, khususnya pemilih pemula. Menurutnya, nilai-nilai yang selama ini ditanamkan dalam kepramukaan, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial, dapat menjadi modal dalam membangun kesadaran pengawasan pemilu.


“Pemilih pemula perlu mendapatkan pemahaman bahwa demokrasi bukan hanya tentang datang ke TPS dan memberikan suara. Mereka juga memiliki peran untuk ikut mengawasi serta memastikan proses demokrasi berjalan sesuai dengan aturan,” jelas Hadi dalam diskusi tersebut.


Sementara itu, M. Ridho Romadhon menekankan pentingnya memberikan ruang kepada pemilih pemula untuk terlibat secara aktif dalam pengawasan partisipatif. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk memahami informasi politik dan kepemiluan secara kritis sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.


“Melalui Saka Adhyasta Pemilu, kami ingin membangun kesadaran sejak dini bahwa pemilih pemula bukan hanya sebagai objek dalam pemilu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengawasan. Anak-anak muda harus berani bersikap kritis, peduli, dan ikut menjaga proses demokrasi,” ungkap Ridho.


Keterlibatan pemilih pemula dinilai penting karena generasi muda merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan demokrasi. Pendidikan demokrasi sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi yang mampu mengenali potensi pelanggaran pemilu, menyaring informasi secara bijak, serta berpartisipasi dalam pengawasan secara bertanggung jawab.


Gerakan Pramuka menjadi salah satu ruang yang potensial untuk menanamkan nilai-nilai tersebut. Melalui kegiatan Saka Adhyasta Pemilu, anggota Pramuka dapat memperoleh pengalaman sekaligus pengetahuan mengenai kepemiluan dan pengawasan partisipatif.


Hadi menambahkan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat hanya mengandalkan penyelenggara pemilu. Dukungan dan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, menjadi bagian penting dalam menciptakan pemilu yang berintegritas.


“Semakin banyak masyarakat yang memahami dan peduli terhadap proses pemilu, semakin kuat pula pengawasan yang dilakukan. Karena itu, kami mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap demokrasi,” tambahnya.


Melalui kegiatan DIKSI, Bawaslu Karanganyar mengajak pemilih pemula dan generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga kualitas demokrasi. Semangat pengawasan partisipatif diharapkan dapat tumbuh melalui berbagai ruang, salah satunya Gerakan Pramuka.


Pesan tersebut dirangkum dalam semangat “Ayo Awasi Bersama! Pramuka Bergerak, Demokrasi Kuat!” sebagai ajakan kepada generasi muda untuk menjadi bagian dari demokrasi yang sadar, kritis, dan berintegritas.

Penulis: Angga

Foto: Vondra

Editor: Vondra