Lompat ke isi utama

Pers Release

Siaga Bencana, Bawaslu SIapkan Evakuasi Gempa

KARANGANYAR – Sirine penanda bahaya berbunyi nyaring, siang itu. Pimpinan dan staf Bawaslu Kabupaten Karanganyar berhamburan ke luar, akibat guncangan gempa yang kencang. Sambil melindungi kepala, mereka menuju titik kumpul di halaman kantor. Beberapa staf dan pimpinan harus dibantu tim evakuasi, karena mengalami luka ringan hingga berat. Sementara satu staf dinyatakan meninggal dunia karena tertimpa material bangunan. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti mengatakan, peristiwa tersebut merupakan simulasi, evakuasi dan mitigasi bencana gempa, yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Rabu (10/6/2026). 

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta kemampuan seluruh personel dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Pelatihan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana di lingkungan kantor.  

Nuning menyampaikan, mitigasi dan upaya evakuasi bencana merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh jajaran Bawaslu Karanganyar memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat, sehingga dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi bencana. Ini juga sesuai instruksi Ketua Bawaslu RI," ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Karanganyar, Tri Waluyo, menjelaskan secara geologis wilayah Bumi Intanpari masih dipengaruhi aktivitas tektonik Pulau Jawa, dengan potensi gempa magnitudo 6,8. Posisi Kantor Bawaslu yang berada di area perkotaan dengan banyak bangunan nontahan gempa, pohon besar dan padat penduduk, termasuk dalam wilayah rawan. 

"Gempa bumi tidak dapat dicegah, tetapi risiko korban dapat dikurangi melalui mitigasi dan evakuasi yang cepat, tepat dan terencana,” terangnya. 

 

Melalui kolaborasi ini, menurutnya, dapat memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menghadapi risiko bencana, sekaligus mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.

Pada pelatihan tersebut, BPBD menyampaikan tata laksana evakuasi gempa bumi dan menyiapkan tas siaga bencana. Selain itu, diberikan juga pembekalan pertolongan pertama pada patah tulang, yang disampaikan mahasiswa Universitas Aisyiyah Surakarta. 

 

Humas Bawaslu Kabupaten Karanganyar

Pers Release